KOMISI IV DPR RI DESAK PEMBENAHAN TATA KELOLA HUTAN DAN PERCEPATAN SERAPAN ANGGARAN KEMENHUT

Gambar
Jakarta, 20 Mei 2026  — Komisi IV DPR RI menggelar rapat kerja bersama Kementerian Kehutanan untuk membahas hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun 2025, evaluasi pelaksanaan anggaran tahun 2025, serta progres pelaksanaan anggaran tahun 2026. Rapat yang berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan, dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI, yakni Ibu Titiek Soeharto dan dihadiri Menteri Kehutanan, Bapak Raja Juli Antoni beserta jajaran kementerian. Dalam pembukaan rapat, Ibu Titiek Soeharto menegaskan bahwa dokumen Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) BPK menjadi instrumen penting untuk mengevaluasi tata kelola pemerintahan di sektor kehutanan. “BPK tidak hanya menilai aspek administratif, tetapi juga kebijakan negara dalam menjaga pelestarian hutan sebagai sumber daya strategis nasional dan pembangunan berkelanjutan,” - Ibu Titiek Soeharto Ibu Titiek Soeharto menyoroti sejumlah catatan penting dalam pengelolaan kehutanan, mulai dari pergantian peta indikatif perhutanan sosi...

IBU TITIEK SOEHARTO & WIJAYA KUSUMA: SIMBOL KEANGGUNAN YANG TAK LEKANG OLEH WAKTU

 

Sang Ratu Malam: Mengapa Wijaya Kusuma Masih Jadi Primadona?

Siapa sih yang nggak kenal dengan Wijaya Kusuma? Tanaman yang punya nama ilmiah Epiphyllum oxypetalum ini bukan sekadar tanaman hias biasa. Di kalangan pencinta bunga, ia punya reputasi sebagai "artis" yang sangat jual mahal.

Kenapa? Karena dia hanya mekar di tengah malam dan layu sebelum matahari terbit. Benar-benar definisi exclusive member, kan?

 1. Si Cantik yang Pemalu

Berbeda dengan mawar atau melati yang pamer kecantikan di siang hari, Wijaya Kusuma justru menunggu semesta sunyi untuk menunjukkan pesonanya. Kelopaknya yang putih bersih akan terbuka perlahan, mengeluarkan aroma harum yang sangat kuat dan menenangkan.

2. Antara Mitos dan Keberuntungan

Di Indonesia, tanaman ini nggak lepas dari bumbu-bumbu mitos. Banyak yang percaya kalau kamu berhasil melihat bunga ini mekar sempurna di malam hari, kamu bakal dapet rezeki nomplok atau keberuntungan besar. Percaya nggak percaya, tapi sensasi menunggu bunga ini mekar memang bikin adrenalin naik.

3. Kenapa Harus Punya?

  • Perawatan Anti-Ribet: Dia termasuk keluarga kaktus, jadi nggak perlu disiram setiap jam. Cocok buat kamu yang sibuk (atau sering lupa).
  • Estetika Klasik: Daunnya yang unik—panjang, pipih, dan menjuntai—bikin sudut rumah kelihatan lebih aesthetic dan asri.
  • Efek Relaksasi: Aroma yang keluar saat mekar bisa jadi aromaterapi alami yang bikin tidur lebih nyenyak.

Kalau kita bicara soal Ibu Titiek Soeharto, ingatan banyak orang pasti langsung tertuju pada sosok perempuan ningrat, anggun dan kegemarannya pada bunga Wijaya Kusuma. Bagi putri keempat Presiden Soeharto ini, Wijaya Kusuma bukan sekadar tanaman hias, melainkan warisan filosofis.

 1. Lebih dari Sekadar Hobi

Ibu Titiek dikenal sebagai salah satu sosok yang paling konsisten mempromosikan bunga ini. Di kediamannya, Wijaya Kusuma sering kali menjadi "bintang tamu" utama. Kedekatan ini menciptakan kesan bahwa bunga yang disebut "Bunga Kejayaan" ini sangat merepresentasikan karakter beliau: tenang, anggun, namun memiliki pengaruh yang kuat. 

2. Melestarikan Tradisi Jawa

Dalam budaya Jawa, Wijaya berarti kemenangan dan Kusuma berarti bunga. Ibu Titiek, yang tumbuh besar dalam lingkungan keraton dan tradisi Jawa yang kental, tampak ingin menjaga filosofi tersebut. Memelihara Wijaya Kusuma adalah caranya melestarikan simbol harapan bahwa kebaikan dan kejayaan akan selalu mekar, meski di tengah kegelapan malam sekalipun.

3. Ikon Estetika di Media Sosial

Jika kamu mengintip media sosial beliau, bunga Wijaya Kusuma sering kali muncul dalam unggahannya. Baik saat bunga itu mekar sempurna di malam hari, maupun saat beliau sedang merawatnya. Hal ini membuat banyak orang (terutama generasi muda) kembali melirik tanaman ini karena dianggap punya nilai "klasik yang berkelas" atau timeless elegance.

Mengapa Keduanya Sangat Cocok?

  • Eksklusivitas: Wijaya Kusuma mekar dengan penuh rahasia, mirip dengan pembawaan Ibu Titiek yang tenang namun penuh wibawa.
  • Ketahanan: Sebagai keluarga kaktus, tanaman ini sangat tangguh, menggambarkan karakter perempuan yang kuat di balik penampilan yang lembut. 

"Menunggu Wijaya Kusuma mekar itu seperti merawat harapan; butuh kesabaran ekstra untuk melihat keindahan yang sesungguhnya."

Hubungan Ibu Titiek dan bunga ini membuktikan bahwa tanaman bisa menjadi cermin jati diri pemiliknya.


Editor: SR

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI TAKLIMAT DEWAN PEMBINA PARTAI GERINDRA

IBU TITIEK SOEHARTO TINJAU BALAI SAYURAN LEMBANG, TEKANKAN KUNCI KEMANDIRIAN BENIH UNTUK SWASEMBADA BAWANG PUTIH

PERAN AKTIF IBU TITIEK SOEHARTO DALAM RAPAT PARIPURNA