KOMISI IV DPR RI DESAK PEMBENAHAN TATA KELOLA HUTAN DAN PERCEPATAN SERAPAN ANGGARAN KEMENHUT

Gambar
Jakarta, 20 Mei 2026  — Komisi IV DPR RI menggelar rapat kerja bersama Kementerian Kehutanan untuk membahas hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun 2025, evaluasi pelaksanaan anggaran tahun 2025, serta progres pelaksanaan anggaran tahun 2026. Rapat yang berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan, dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI, yakni Ibu Titiek Soeharto dan dihadiri Menteri Kehutanan, Bapak Raja Juli Antoni beserta jajaran kementerian. Dalam pembukaan rapat, Ibu Titiek Soeharto menegaskan bahwa dokumen Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) BPK menjadi instrumen penting untuk mengevaluasi tata kelola pemerintahan di sektor kehutanan. “BPK tidak hanya menilai aspek administratif, tetapi juga kebijakan negara dalam menjaga pelestarian hutan sebagai sumber daya strategis nasional dan pembangunan berkelanjutan,” - Ibu Titiek Soeharto Ibu Titiek Soeharto menyoroti sejumlah catatan penting dalam pengelolaan kehutanan, mulai dari pergantian peta indikatif perhutanan sosi...

HADIRI "TRIBUTE TO NATIONAL HERITAGE": DUKUNGAN PENUH UNTUK WAJAH BARU KERATON SURAKARTA

Jakarta – Sosok Ibu Titiek Soeharto, kembali mencuri perhatian publik dalam perhelatan eksklusif bertajuk “Tribute to The National Heritage of Keraton Surakarta” yang digelar di Opus Grand Ballroom, The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu 8 Februari 2026.

Kehadiran Ibu Titiek menjadi simbol kuat dukungan tokoh nasional terhadap pelestarian budaya Jawa. Beliau tampak berbincang akrab dengan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, menunjukkan sinergi yang hangat antara keluarga besar keraton dan para penggerak budaya di tanah air.

Momen Kebersamaan dan Kepedulian

Acara yang diinisiasi oleh Yayasan Kusuma Buwana dan Yayasan Warna-Warni ini memang dirancang untuk menggalang dukungan bagi fisik dan sejarah Keraton Surakarta sebagai cagar budaya nasional. Di tengah suasana yang elegan, Ibu Titiek terlihat antusias mengikuti jalannya acara, menunjukkan komitmennya yang selama ini dikenal sangat peduli terhadap warisan leluhur.

Ketua Yayasan Kusuma Buwana, Ibu Krisnina Akbar Tanjung, memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh tamu undangan. Beliau menyampaikan bahwa dukungan dari para tokoh nasional sangat berarti untuk menjaga eksistensi keraton.

“Terimakasih atas peranserta Bapak dan Ibu sekalian untuk Keraton Surakarta,” tuturnya dalam sambutan yang hangat.

Perhelatan ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Menteri Kebudayaan RI Dr. Fadli Zon, M.Sc., serta jajaran istri menteri Kabinet Merah Putih.

Kabar Gembira: Revitalisasi Menjadi Prioritas Nasional

Kehadiran Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menambah bobot optimisme malam itu. Ia membawa kabar baik bahwa pemerintah akan terus tancap gas dalam memperbaiki fisik keraton.

“Tahun ini, proyek revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan terus kami lanjutkan sebagai bagian dari prioritas nasional,” tegas Fadli Zon. Ia juga menegaskan posisi strategis Panembahan Agung Tedjowulan sebagai pemegang mandat pelaksana perlindungan kawasan tersebut.

Sinergi untuk Masa Depan

Menanggapi hal itu, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan menekankan bahwa keterlibatan masyarakat luas adalah kunci. Beliau menyadari bahwa tanggung jawab besar ini menuntut pengelolaan yang sangat profesional agar kemegahan arsitektur keraton bisa dinikmati hingga generasi mendatang.

Kehadiran Ibu Titiek Soeharto di acara ini bukan sekadar menghadiri undangan seremonial, melainkan menjadi suntikan semangat bagi semua pihak. Sinergi antara pemerintah, yayasan sosial, dan tokoh masyarakat ini diharapkan mampu mengembalikan kejayaan Keraton Surakarta sebagai pusat edukasi budaya global yang membanggakan Indonesia.

Di balik padatnya agenda pelestarian budaya, Ibu Titiek Soeharto juga menyempatkan diri hadir dalam momen penuh kebahagiaan. Masih dalam rangkaian suasana akhir pekan yang hangat, Ibu Titiek menghadiri resepsi pernikahan Ilyasa dan Tatya, Putera/i dari Bapak Ismail Hasjim Ning & Ibu Lusy Wardhani - Bapak Dani S Gumilar & Ibu Winda yang berlangsung dengan sangat anggun dan khidmat di The Grand Ballroom Hotel Mulia, Senayan. 

Kemegahan Sriwijaya yang Memukau

Ada yang istimewa dari perhelatan malam itu. Sejak melangkahkan kaki ke dalam ruangan, para tamu langsung disambut oleh atmosfer kebesaran Adat Sriwijaya. Nuansa tradisi Sumatera Selatan yang megah menyelimuti seluruh prosesi, mulai dari dekorasi hingga detail busana yang dikenakan kedua mempelai.

Ibu Titiek tampak sangat menikmati suasana tersebut, yang baginya bukan sekadar pesta pernikahan, melainkan sebuah bentuk nyata dari apresiasi terhadap kekayaan tradisi bangsa.

Ajang Reuni dan Diplomasi Budaya

Lebih dari sekadar seremoni, Ibu Titiek merasakan momen ini layaknya sebuah reuni hangat. Di sana, beliau bertemu dengan banyak teman lama dan kolega. Momen ini sekaligus menjadi bukti bahwa pernikahan dengan sentuhan adat yang kental selalu berhasil menjadi daya tarik global.

"Selamat menempuh hidup baru untuk Ilyasa dan Tatya. Semoga menjadi pasangan yang selalu berbahagia dan senantiasa dirahmati oleh Allah SWT,"

Perhelatan malam itu menjadi penutup rangkaian kegiatan yang sempurna, menggaris bawahi betapa pentingnya menjaga persahabatan sekaligus melestarikan tradisi luhur di setiap kesempatan.

Editor: SR

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI TAKLIMAT DEWAN PEMBINA PARTAI GERINDRA

IBU TITIEK SOEHARTO TINJAU BALAI SAYURAN LEMBANG, TEKANKAN KUNCI KEMANDIRIAN BENIH UNTUK SWASEMBADA BAWANG PUTIH

PERAN AKTIF IBU TITIEK SOEHARTO DALAM RAPAT PARIPURNA