KUNJUNGAN IBU TITIEK SOEHARTO KE TESSO NILO: DORONG PEMULIHAN HABITAT GAJAH DAN PENDEKATAN HUMANIS BAGI MASYARAKAT

Gambar
Riau, 17 Maret 2026 - Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto bersama Kapolri, Bapak Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Kehutanan, Bapak Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja ke Taman Nasional Tesso Nilo. Kunjungan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pemulihan kawasan konservasi sekaligus menyelamatkan populasi gajah Sumatera yang kian terancam. Rombongan meninjau langsung Camp Elephant Flying Squad serta Pusat Latihan Gajah di Kabupaten Pelalawan. Kehadiran lintas sektor legislatif, eksekutif, dan aparat penegak hukum menjadi simbol kuat sinergi nasional dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kapolri menegaskan bahwa Polri siap mendukung penuh kebijakan Presiden dalam merehabilitasi kawasan Tesso Nilo yang mengalami alih fungsi lahan cukup masif. Dari total sekitar 81 ribu hektare, kawasan tersebut ditargetkan dipulihkan agar kembali menjadi habitat alami gajah Sumatera. “Habitat gajah harus dikembalikan agar populasinya dapat berkembang dengan baik,...

TEMU TANI NASIONAL 2025: IBU TITIEK SOEHARTO SERUKAN PENGUATAN SWASEMBADA PANGAN DAN KESEJAHTERAAN PETANI

Dokumentasi: Ketua Komisi IV DPR RI Hadiri Rakernas HKTI 2025

Rabu, 3 Desember 2025 – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyelenggarakan Temu Tani Nasional 2025 sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP), Ciawi, Bogor. Acara ini dihadiri sekitar 1.500 peserta yang terdiri dari petani, pelaku usaha tani, akademisi, penyuluh, perwakilan pemerintah pusat dan daerah, serta elemen pendukung sektor pertanian lainnya.

Kegiatan ini dipandang sebagai momentum penting untuk menyelaraskan agenda strategis pertanian dan pangan nasional, khususnya dalam mendukung visi swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani sebagaimana dicanangkan pemerintah. Para peserta berharap forum ini mampu menghasilkan langkah konkret dan arah kebijakan yang lebih terstruktur untuk memperkuat ekosistem pertanian nasional.

Salah satu tokoh yang hadir dan memberikan sambutan adalah Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Siti Hediati Hariyadi atau yang dikenal publik sebagai Ibu Titiek Soeharto. Dalam penyampaiannya, Ibu Titiek menegaskan bahwa sektor pertanian harus menjadi perhatian utama bangsa dan petani harus memperoleh kesejahteraan yang layak.

“Saya yakin hampir semua yang hadir di ruangan ini pernah merasakan kejayaan pertanian pada masa Presiden Soeharto. Betul? Kita tentu ingin mengulang masa itu, ketika hidup terasa tentram, sejahtera, mudah mencari makan, dan mudah mencari pekerjaan,” ujar Ibu Titiek saat acara berlangsung.

Namun, Ibu Titiek juga menekankan bahwa nostalgia saja tidak cukup untuk membangun sektor pertanian ke depan.

“Hidup adalah kerja keras untuk menyongsong masa depan yang cerah dan penuh dengan kebahagiaan,” tegasnya, seraya mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja nyata dalam mewujudkan swasembada pangan dan pemerataan kesejahteraan petani.

Dalam konteks kebijakan, Ibu Titiek turut menyoroti keterkaitan antara sektor pertanian dan kehutanan serta menilai pentingnya penataan regulasi yang lebih jelas agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan maupun konflik agraria, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Selain merumuskan langkah-langkah penguatan pertanian, acara ini juga memuat sisi kemanusiaan. HKTI membuka donasi bagi korban bencana alam di wilayah Sumatera sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat dan petani terdampak.

Dengan hadirnya berbagai pemangku kepentingan, mulai dari petani kecil hingga pejabat legislatif. Temu Tani Nasional 2025 menjadi wadah konsolidasi sekaligus komunikasi untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam pengembangan pertanian nasional. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan dan program konkret yang mendukung stabilitas harga, modernisasi pertanian, keamanan pangan, serta peningkatan kesejahteraan petani.

Kehadiran figur publik seperti Ibu Titiek Soeharto memberikan penegasan bahwa sektor pertanian kini memperoleh perhatian yang lebih besar dalam konteks pembangunan nasional. Hal ini menunjukkan bahwa pertanian memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Editor: AF

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI TAKLIMAT DEWAN PEMBINA PARTAI GERINDRA

PERAN AKTIF IBU TITIEK SOEHARTO DALAM RAPAT PARIPURNA

LAYAK KAH BAPAK SOEHARTO MENDAPAT GELAR PAHLAWAN? BERIKUT PERJUANGANNYA