KOMISI IV DPR RI DESAK PEMBENAHAN TATA KELOLA HUTAN DAN PERCEPATAN SERAPAN ANGGARAN KEMENHUT
“Istri dan ibu itu menjadi faktor penting dalam mencegah korupsi sejak dalam keluarga. Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya” ujar Ibu Titiek di hadapan peserta yang terdiri dari pejabat daerah, organisasi masyarakat, hingga mahasiswa.
Ia menambahkan bahwa nilai kejujuran perlu menjadi kebiasaan sehari-hari yang ditanamkan sejak kecil. “Nilai kejujuran harus ditanamkan sejak kecil. Kalau dari rumah sudah diajarkan tidak mengambil yang bukan haknya, insyaAllah anak tumbuh jadi pribadi yang bersih,” tuturnya.
Lebih jauh, Ibu Titiek menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya menjadi tugas lembaga penegak hukum. Keluarga dan masyarakat luas memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan bebas dari praktik curang. “Pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan aparat. Keluarga harus ikut membangun karakter jujur dan berintegritas,” tambahnya.
Pada sesi dialog, ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan publik terhadap berbagai program pemerintah agar tidak terjadi penyimpangan yang merugikan masyarakat. “Masyarakat juga harus ikut mengawasi. Pengawasan publik itu penting supaya tidak ada lagi ruang untuk penyimpangan” ujarnya.
Sementara itu, dalam wawancara terpisah pada hari yang sama, Ibu Titiek menanggapi isu dugaan suap izin hutan di Sumatera. Ia meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru membuat asumsi sebelum ada hasil resmi dari proses hukum. “Saya harap masyarakat tidak cepat suuzan. Kita tunggu proses hukumnya dulu. Jangan membuat kesimpulan sebelum ada keputusan resmi,” tegasnya.
Kehadiran Ibu Titiek dalam Hakordia 2025 menjadi sorotan positif bagi banyak pihak. Pesan yang ia sampaikan dinilai relevan dan menyentuh akar persoalan korupsi: moralitas, pendidikan karakter, dan peran keluarga. Melalui pendekatan yang humanis dan menyentuh dimensi sosial, ia mengingatkan bahwa integritas bukan hanya slogan, melainkan budaya yang harus dibangun bersama-sama.
Pesan-pesan yang disampaikan Ibu Titiek pada momen ini memperkuat pandangan bahwa perjuangan melawan korupsi perlu melibatkan semua elemen masyarakat, dimulai dari langkah sederhana: membangun rumah tangga yang jujur, bersih, dan berintegritas.
EDITOR: DD
Komentar
Posting Komentar