KUNJUNGAN IBU TITIEK SOEHARTO KE TESSO NILO: DORONG PEMULIHAN HABITAT GAJAH DAN PENDEKATAN HUMANIS BAGI MASYARAKAT

Gambar
Riau, 17 Maret 2026 - Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto bersama Kapolri, Bapak Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Kehutanan, Bapak Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja ke Taman Nasional Tesso Nilo. Kunjungan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pemulihan kawasan konservasi sekaligus menyelamatkan populasi gajah Sumatera yang kian terancam. Rombongan meninjau langsung Camp Elephant Flying Squad serta Pusat Latihan Gajah di Kabupaten Pelalawan. Kehadiran lintas sektor legislatif, eksekutif, dan aparat penegak hukum menjadi simbol kuat sinergi nasional dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kapolri menegaskan bahwa Polri siap mendukung penuh kebijakan Presiden dalam merehabilitasi kawasan Tesso Nilo yang mengalami alih fungsi lahan cukup masif. Dari total sekitar 81 ribu hektare, kawasan tersebut ditargetkan dipulihkan agar kembali menjadi habitat alami gajah Sumatera. “Habitat gajah harus dikembalikan agar populasinya dapat berkembang dengan baik,...

PERESMIAN IRIGASI & PENYERAHAN BEASISWA PIP, IBU TITIEK SOEHARTO HADIR MENJAMIN KEPERLUAN PETANI HINGGA ANAK SEKOLAH

Kamis, 18 Desember 2025 – Ibu Titiek Soeharto selaku Ketua Komisi IV DPR RI, meresmikan irigasi tersier di Dusun Karangtalun dan juga penyerahan Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2025 bersama Mendikdasmen, di wilayah Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman. Dalam peresmian irigasi tersier dihadiri oleh Bupati Sleman, Bapak Harda Kiswaya, untuk meninjau infrastruktur pengairan yang baru saja selesai dibangun tersebut. Perbaikan dan pembukaan irigasi dinilai penting karena memiliki tujuan mendukung peningkatan ketahanan pangan sekaligus memperluas akses bertani bagi masyarakat.   


Ibu Titiek Soeharto mengungkapkan bahwa selama ini dirinya sering menerima laporan mengenai kendala saluran irigasi yang tidak berfungsi optimal dan dalam kondisi rusak di berbagai daerah. Ia berharap melalui program Inpres ini, masalah pengairan dari hulu ke hilir dapat segera teratasi demi mewujudkan kemandirian pangan nasional.

 

“Kalau kita berfokus pada pengairan sawah yang baik saya rasa produktivitas petani akan meningkat. Daripada membuka lahan baru lebih baik meningkatkan produktivitas lahan yang ada dengan meningkatkan kualitas airnya dan ph tanahnya agar hasilnya meningkat,” jelas Ibu Titiek Soeharto.


Bupati Sleman, Bapak Harda Kiswaya, juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman siap mendukung penuh program ketahanan dan swasembada pangan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Ia menilai keberadaan irigasi yang baik adalah kunci utama stabilitas produktivitas pertanian di daerahnya.

 

“Kami menghaturkan terimakasih kepada Pemerintah Pusat terutama Ibu Titiek Soeharto atas dukungan, bantuan dan pendampingan kepada masyarakat Sleman guna mengimplementasikan upaya menjaga ketahanan dan swasembada pangan di Sleman dan DIY,” ucap Bupati Sleman. 


Selesai peresmian irigasi, Ibu Titiek Soeharto melanjutkan agenda meluncurkan Mobil Layanan Gerak PIP di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Bapak Abdul Mu’ti. Melalui  Mobil Layanan Gerak,  aktivasi rekening dan penarikan dana oleh penerima PIP dapat dipercepat. Selain itu, untuk siswa penerima PIP di daerah terpencil, Mobil Layanan Gerak lebih mendekatkan layanan perbankan  sehingga siswa lebih mudah merasakan manfaat PIP.


Bupati Sleman, Bapak Harda Kiswaya menyatakan kesiapan Pemkab Sleman mendukung penuh program tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan pemerataan akses pendidikan.

 

Mendikdasmen, Bapak Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa Mobil Layanan Gerak PIP diharapkan mampu memastikan bantuan diterima langsung oleh murid sesuai haknya. Ia menekankan pentingnya pengawasan agar dana PIP dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan pendidikan.

 

Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto, mengatakan PIP bukan sekadar bantuan keuangan, melainkan wujud kehadiran negara dalam menjamin keadilan pendidikan.

 

“PIP adalah pesan negara kepada anak-anak Indonesia bahwa mereka layak bermimpi, layak sekolah, dan layak maju bersama bangsanya. Bantuan ini adalah modal harapan agar anak-anak tetap bertahan di bangku sekolah dan melanjutkan cita-citanya,” jelas Ibu Titiek Soeharto.


Selain itu, Ibu Titiek Soeharto juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan program ini. Ia mengajak orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal penyaluran PIP agar benar-benar tepat sasaran. Kolaborasi itu penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan digunakan sesuai kebutuhan pendidikan peserta didik.

“Dengan kolaborasi yang baik dari orang tua, guru, pemerintah, serta masyarakat, semoga PIP menjadi jembatan harapan bagi masa depan anak-anak Indonesia,” pungkas Ibu Titiek Soeharto.

Menurut Ibu Titiek Soeharto, bantuan PIP bukan sekadar angka, tetapi modal harapan agar mereka tetap bertahan di bangku sekolah, menyelesaikan pendidikan dasar dan menangah, dan melanjutkan citas-cita mereka.

"Tak hanya anak dari keluarga kurang mampu, namun juga anak yatim piatu, korban bencana alam, hingga anak-anak korban konflik, PIP adalah komitmen moral kita sebagai bangsa, bahwa setiap anak apapun latar belakangnya berhak diperlakukan dengan hormat dan diberi kesempatan yang sama” tegas Ibu Titiek Soeharto.

Keberhasilan PIP sangat bergantung pada kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, satuan pendidikan, guru, orang tua, hingga masyarakat. Jika PIP hadir sebagai jaminan keadilan pendidikan, dan hingga November 2025 lebih dari 10 juta siswa mulai dari jenjang sekolah dasar menengah pertama, telah menerima bantuan tersebut.

Editor : TM





Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI TAKLIMAT DEWAN PEMBINA PARTAI GERINDRA

PERAN AKTIF IBU TITIEK SOEHARTO DALAM RAPAT PARIPURNA

LAYAK KAH BAPAK SOEHARTO MENDAPAT GELAR PAHLAWAN? BERIKUT PERJUANGANNYA