KUNJUNGAN IBU TITIEK SOEHARTO KE TESSO NILO: DORONG PEMULIHAN HABITAT GAJAH DAN PENDEKATAN HUMANIS BAGI MASYARAKAT

Gambar
Riau, 17 Maret 2026 - Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto bersama Kapolri, Bapak Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Kehutanan, Bapak Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja ke Taman Nasional Tesso Nilo. Kunjungan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pemulihan kawasan konservasi sekaligus menyelamatkan populasi gajah Sumatera yang kian terancam. Rombongan meninjau langsung Camp Elephant Flying Squad serta Pusat Latihan Gajah di Kabupaten Pelalawan. Kehadiran lintas sektor legislatif, eksekutif, dan aparat penegak hukum menjadi simbol kuat sinergi nasional dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kapolri menegaskan bahwa Polri siap mendukung penuh kebijakan Presiden dalam merehabilitasi kawasan Tesso Nilo yang mengalami alih fungsi lahan cukup masif. Dari total sekitar 81 ribu hektare, kawasan tersebut ditargetkan dipulihkan agar kembali menjadi habitat alami gajah Sumatera. “Habitat gajah harus dikembalikan agar populasinya dapat berkembang dengan baik,...

INOVASI PADI UNGGUL HMS 700: PANEN RAYA DI SLEMAN, SOLUSI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI DAN KETAHANAN PANGAN

 


Merayakan Keberhasilan Panen di Sleman

Kawasan Sawah Pengklik, Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta - 16 Desember 2025. Suasana gembira menyelimuti ratusan Petani berkumpul untuk melaksanakan Panen Raya Padi Varietas Unggul HMS 700.

Acara ini bukan sekadar panen biasa, melainkan buah manis dari kolaborasi strategis antara Yayasan DAMANDIRI dengan Pusat Kajian Pertanian Organik Terpadu (PKOPT) Malang. Kegiatan ini menegaskan kembali komitmen bersama dalam memperkuat pondasi Ketahanan Pangan Nasional.

 Dukungan Pemerintah dan Harapan Baru

Kehadiran sosok penting seperti Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto, dalam acara tersebut, memberikan semangat tersendiri bagi para petani. Keikutsertaan beliau menjadi simbol dukungan kuat dari pemerintah terhadap pengembangan inovasi varietas padi unggul. Tujuannya jelas: Meningkatkan Produktivitas Pertanian dan yang paling utama Meningkatkan Kesejahteraan Para Petani di seluruh Indonesia.

 HMS 700: Jawaban untuk Produktivitas Tinggi

Inovasi utama dalam panen raya ini adalah padi varietas HMS 700, yang dikembangkan langsung oleh Direktur PKOPT Malang, Prof. Hariyadi.

Dan hasilnya sungguh memukau! Pada panen perdananya, HMS 700 berhasil mencapai produksi yang luar biasa, yaitu sekitar 10 ton beras per hektare. Angka ini jauh melampaui rata-rata produksi padi konvensional yang biasanya hanya berkisar 6 ton per hektare.

Optimisme bahkan semakin tinggi untuk musim tanam berikutnya. Prof. Hariyadi memperkirakan, di lahan bekas tebu yang telah direvitalisasi, HMS 700 berpotensi menghasilkan antara 12 hingga 14 ton per hektare. Ini adalah lompatan besar bagi pertanian Indonesia!

 


Bukan Sekadar Hasil Panen

Ibu Titiek Soeharto secara tegas menyatakan harapannya agar varietas HMS 700 dapat diadopsi secara luas dan menjadi program unggulan di berbagai daerah. Penggunaan benih unggul seperti ini, menurutnya, adalah kunci untuk melipatgandakan penghasilan petani sekaligus memperkuat benteng ketahanan pangan nasional.

Di sisi lain, Prof. Hariyadi menambahkan bahwa filosofi di balik inovasi HMS 700 tidak hanya berfokus pada kuantitas. Inti dari pengembangan ini adalah memperbaiki kesuburan tanah. Dengan pendekatan yang berkelanjutan, pertanian tidak hanya produktif dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan ekosistem dan menjamin produktivitas di masa depan.

Panen raya HMS 700 di Desa Madurejo ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagi daerah lain: sebuah model pengembangan pertanian yang sukses menggabungkan inovasi, produktivitas, dan keberlanjutan. Momen ini menjadi inspirasi untuk masa depan pertanian Indonesia yang lebih cerah!

Editor: SR

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI TAKLIMAT DEWAN PEMBINA PARTAI GERINDRA

PERAN AKTIF IBU TITIEK SOEHARTO DALAM RAPAT PARIPURNA

LAYAK KAH BAPAK SOEHARTO MENDAPAT GELAR PAHLAWAN? BERIKUT PERJUANGANNYA