KUNJUNGAN IBU TITIEK SOEHARTO KE TESSO NILO: DORONG PEMULIHAN HABITAT GAJAH DAN PENDEKATAN HUMANIS BAGI MASYARAKAT

Gambar
Riau, 17 Maret 2026 - Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto bersama Kapolri, Bapak Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Kehutanan, Bapak Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja ke Taman Nasional Tesso Nilo. Kunjungan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pemulihan kawasan konservasi sekaligus menyelamatkan populasi gajah Sumatera yang kian terancam. Rombongan meninjau langsung Camp Elephant Flying Squad serta Pusat Latihan Gajah di Kabupaten Pelalawan. Kehadiran lintas sektor legislatif, eksekutif, dan aparat penegak hukum menjadi simbol kuat sinergi nasional dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kapolri menegaskan bahwa Polri siap mendukung penuh kebijakan Presiden dalam merehabilitasi kawasan Tesso Nilo yang mengalami alih fungsi lahan cukup masif. Dari total sekitar 81 ribu hektare, kawasan tersebut ditargetkan dipulihkan agar kembali menjadi habitat alami gajah Sumatera. “Habitat gajah harus dikembalikan agar populasinya dapat berkembang dengan baik,...

IBU TITIEK SOEHARTO MENDORONG PANGAN YANG LAYAK UNTUK MASYARAKAT NTB


Rabu, 12 November 2025 – Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada hari kedua kunjungan kerja di Provinsi NTB, Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto, bersama anggota komisi dan mitra kerja pemerintah daerah kembali melakukan agenda strategis terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pangan. Fokus hari ini adalah pembahasan mengenai fasilitas penyimpanan pangan dan benih, serta serap aspirasi daerah dalam rangka revisi Undang‑Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menuju swasembada pangan nasional.

Dalam diskusi yang berlangsung di Kantor Gubernur NTB, pihak Komisi IV menyerap berbagai masukan dari Pemprov NTB terkait revisi undang-undang pangan. Ibu Titiek Soeharto menyebut bahwa masukan-masukan daerah seperti NTB ini sangat penting sebagai bahan untuk memasukkan regulasi yang lebih kontekstual terhadap kondisi lokal. Beberapa poin kunci yang muncul antara lain: kebutuhan untuk memperbaiki tata ruang agar lahan produktif tak dialih-fungsi secara merata (sehingga ketahanan pangan tetap terjaga), perhatian terhadap lokasi maupun kondisi fasilitas penyimpanan pangan agar layak dan higienis, dan juga penguatan fungsi balai-benih dan fasilitas produksi pangan lokal sebagai bagian dari strategi swasembada.

Selain itu, dalam diskusi tersebut membahas mengenai kunjungan lapangan sebelumnya dan menyoroti kondisi gudang milik Perum Bulog di Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, yang berada di lokasi cukup dekat dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). 

“Saat kami masuk saja, baunya sudah menyengat. Ini kan kurang higienis untuk beras yang disimpan di situ.”  – Ibu Titiek Soeharto

Ibu Titiek Soeharto menjelaskan bahwa gudang tersebut dibangun pada masa Presiden Soeharto dan masih kokoh, namun kondisi lingkungan sekitarnya telah berubah sehingga mengancam kualitas penyimpanan beras. Ibu Titiek kemudian meminta agar Pemprov NTB dan Pemkot Mataram segera mengambil langkah relokasi TPS agar gudang tidak lagi berada di dekat lokasi pembuangan sampah.

Di sela-sesi dialog tersebut, Ibu Titiek juga menekankan pentingnya mengaktifkan kembali balai benih yang dibangun di era tahun 70-80-an. Menurutnya, fasilitas tersebut masih memiliki potensi besar namun kurang pemeliharaan sehingga belum maksimal. Lebih lanjut, NTB juga dinilai memiliki potensi untuk menjadi lumbung daging nasional melalui sektor peternakan yang berkembang di daerah tersebut. Ibu Titiek Soeharto berharap dukungan dari pemerintah pusat agar potensi tersebut bisa dioptimalkan.

Kegiatan kunjungan kerja ini memperkuat sinergi antara legislatif dan pemerintahan daerah NTB dalam agenda strategis revisi UU Pangan. Dengan sorotan pada aspek penyimpanan, kualitas, serta revitalisasi fasilitas produksi pangan, titian menuju ketahanan pangan di NTB dan nasional diharapkan makin kokoh. Titiek mengajak semua pihak untuk bersama-sama memastikan bahwa setiap rantai produksi hingga penyimpanan pangan bisa berjalan dengan baik, aman dan higienis. 

Editor: NS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI TAKLIMAT DEWAN PEMBINA PARTAI GERINDRA

PERAN AKTIF IBU TITIEK SOEHARTO DALAM RAPAT PARIPURNA

LAYAK KAH BAPAK SOEHARTO MENDAPAT GELAR PAHLAWAN? BERIKUT PERJUANGANNYA