IBU TITIEK SOEHARTO MENDORONG PANGAN YANG LAYAK UNTUK MASYARAKAT NTB
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Dalam diskusi yang berlangsung di Kantor Gubernur NTB, pihak Komisi IV menyerap berbagai masukan dari Pemprov NTB terkait revisi undang-undang pangan. Ibu Titiek Soeharto menyebut bahwa masukan-masukan daerah seperti NTB ini sangat penting sebagai bahan untuk memasukkan regulasi yang lebih kontekstual terhadap kondisi lokal. Beberapa poin kunci yang muncul antara lain: kebutuhan untuk memperbaiki tata ruang agar lahan produktif tak dialih-fungsi secara merata (sehingga ketahanan pangan tetap terjaga), perhatian terhadap lokasi maupun kondisi fasilitas penyimpanan pangan agar layak dan higienis, dan juga penguatan fungsi balai-benih dan fasilitas produksi pangan lokal sebagai bagian dari strategi swasembada.
Selain itu, dalam diskusi tersebut membahas mengenai kunjungan lapangan sebelumnya dan menyoroti kondisi gudang milik Perum Bulog di Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, yang berada di lokasi cukup dekat dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
“Saat kami masuk saja, baunya sudah menyengat. Ini kan kurang higienis untuk beras yang disimpan di situ.” – Ibu Titiek Soeharto
Ibu Titiek Soeharto menjelaskan bahwa gudang tersebut dibangun pada masa Presiden Soeharto dan masih kokoh, namun kondisi lingkungan sekitarnya telah berubah sehingga mengancam kualitas penyimpanan beras. Ibu Titiek kemudian meminta agar Pemprov NTB dan Pemkot Mataram segera mengambil langkah relokasi TPS agar gudang tidak lagi berada di dekat lokasi pembuangan sampah.
Di sela-sesi dialog tersebut, Ibu Titiek juga menekankan pentingnya mengaktifkan kembali balai benih yang dibangun di era tahun 70-80-an. Menurutnya, fasilitas tersebut masih memiliki potensi besar namun kurang pemeliharaan sehingga belum maksimal. Lebih lanjut, NTB juga dinilai memiliki potensi untuk menjadi lumbung daging nasional melalui sektor peternakan yang berkembang di daerah tersebut. Ibu Titiek Soeharto berharap dukungan dari pemerintah pusat agar potensi tersebut bisa dioptimalkan.
Kegiatan kunjungan kerja ini memperkuat sinergi antara legislatif dan pemerintahan daerah NTB dalam agenda strategis revisi UU Pangan. Dengan sorotan pada aspek penyimpanan, kualitas, serta revitalisasi fasilitas produksi pangan, titian menuju ketahanan pangan di NTB dan nasional diharapkan makin kokoh. Titiek mengajak semua pihak untuk bersama-sama memastikan bahwa setiap rantai produksi hingga penyimpanan pangan bisa berjalan dengan baik, aman dan higienis.
Editor: NS
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya


Komentar
Posting Komentar