KOMISI IV DPR RI DESAK PEMBENAHAN TATA KELOLA HUTAN DAN PERCEPATAN SERAPAN ANGGARAN KEMENHUT

Gambar
Jakarta, 20 Mei 2026  — Komisi IV DPR RI menggelar rapat kerja bersama Kementerian Kehutanan untuk membahas hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun 2025, evaluasi pelaksanaan anggaran tahun 2025, serta progres pelaksanaan anggaran tahun 2026. Rapat yang berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan, dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI, yakni Ibu Titiek Soeharto dan dihadiri Menteri Kehutanan, Bapak Raja Juli Antoni beserta jajaran kementerian. Dalam pembukaan rapat, Ibu Titiek Soeharto menegaskan bahwa dokumen Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) BPK menjadi instrumen penting untuk mengevaluasi tata kelola pemerintahan di sektor kehutanan. “BPK tidak hanya menilai aspek administratif, tetapi juga kebijakan negara dalam menjaga pelestarian hutan sebagai sumber daya strategis nasional dan pembangunan berkelanjutan,” - Ibu Titiek Soeharto Ibu Titiek Soeharto menyoroti sejumlah catatan penting dalam pengelolaan kehutanan, mulai dari pergantian peta indikatif perhutanan sosi...

IBU TITIEK SOEHARTO DORONG KEMANDIRIAN PANGAN, KELOMPOK TANI NGAWEN TERIMA BIBIT BERBAGAI TANAMAN BUAH

Dalam upaya memperkuat Program Ketahanan Pangan, Ibu Titiek Soeharto sebagai Ketua Komisi IV DPR RI, telah menyalurkan berbagai bantuan dalam Sektor Pertanian di Gunungkidul, yang mencakup penyediaan  bibit berbagai jenis tanaman buah, termasuk lengkeng, kepada kelompok tani di Kapanewon Ngawen, Gunungkidul. Kegiatan ini bertujuan mendorong kemandirian pangan masyarakat melalui pengembangan sumber pangan lokal yang berkelanjutan.

Bibit tanaman buah dipilih karena dinilai memiliki manfaat signifikan bagi warga. Selain menjadi sumber vitamin dan nutrisi yang penting, tanaman buah juga mampu menambah variasi dalam pola konsumsi masyarakat desa. Hasil panen dari tanaman tersebut diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi tambahan bagi warga.

Melalui pembagian bibit ini, masyarakat Desa Pasar Baru didorong untuk mulai memproduksi pangan secara mandiri. Warga juga dilibatkan langsung dalam proses penanaman, perawatan, dan pemeliharaan tanaman, sehingga dapat merasakan manfaat nyata dari penguatan sektor pertanian di tingkat lokal.

Ibu Titiek sendiri memastikan bahwa seluruh program yang berasal dari Kementerian Pertanian akan terus disalurkan secara merata dan tepat sasaran di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, termasuk Gunungkidul.

Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan Petani di Gunungkidul, yang diapresiasi sebagai salah satu lumbung benih nasional ditengah tantangan geografis.

Editor: SR

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI TAKLIMAT DEWAN PEMBINA PARTAI GERINDRA

IBU TITIEK SOEHARTO TINJAU BALAI SAYURAN LEMBANG, TEKANKAN KUNCI KEMANDIRIAN BENIH UNTUK SWASEMBADA BAWANG PUTIH

PERAN AKTIF IBU TITIEK SOEHARTO DALAM RAPAT PARIPURNA