KUNJUNGAN IBU TITIEK SOEHARTO KE TESSO NILO: DORONG PEMULIHAN HABITAT GAJAH DAN PENDEKATAN HUMANIS BAGI MASYARAKAT

Gambar
Riau, 17 Maret 2026 - Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto bersama Kapolri, Bapak Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Kehutanan, Bapak Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja ke Taman Nasional Tesso Nilo. Kunjungan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pemulihan kawasan konservasi sekaligus menyelamatkan populasi gajah Sumatera yang kian terancam. Rombongan meninjau langsung Camp Elephant Flying Squad serta Pusat Latihan Gajah di Kabupaten Pelalawan. Kehadiran lintas sektor legislatif, eksekutif, dan aparat penegak hukum menjadi simbol kuat sinergi nasional dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kapolri menegaskan bahwa Polri siap mendukung penuh kebijakan Presiden dalam merehabilitasi kawasan Tesso Nilo yang mengalami alih fungsi lahan cukup masif. Dari total sekitar 81 ribu hektare, kawasan tersebut ditargetkan dipulihkan agar kembali menjadi habitat alami gajah Sumatera. “Habitat gajah harus dikembalikan agar populasinya dapat berkembang dengan baik,...

PENGUATAN BENIH IKAN UNGGUL SLEMAN: Langkah Strategis Menuju Swasembada Pangan


Pada 6 November 2025, Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB) yang berlokasi di Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Rombongan dipimpin oleh Ketua Komisi IV, Ibu Titiek Soeharto, didampingi anggota Komisi IV dengan fokus mendiskusikan penguatan sistem produksi benih ikan unggul untuk mendukung efisiensi dan daya saing budidaya perikanan nasional.

Mengapa Sleman Menjadi Fokus?

Kabupaten Sleman di DIY disebut sebagai sentra produksi ikan air tawar yang signifikan. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Tb Haeru Rahayu, menyebut bahwa DIY memiliki produksi ikan air tawar yang luar biasa, dan sekitar 56% dari produksi DIY tersebut berasal dari Sleman. 

Lebih lanjut, Sleman juga tengah melakukan riset pemuliaan induk ikan nila agar menghasilkan bibit yang lebih cepat tumbuh, efisien dalam pakan, dan tahan penyakit.  Hal ini menunjukkan bahwa penguatan benih bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas benih dan produktivitas budidaya.

Dalam kunjungan tersebut, beberapa poin penting yang ditekankan antara lain:

  • Sektor budidaya perikanan harus menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional, khususnya di tengah tantangan krisis pangan global. Ketua Komisi IV Ibu Titiek Soeharto, menegaskan bahwa ikan adalah sumber protein hewani dan asam lemak omega‐3 yang penting untuk generasi yang lebih sehat dan cerdas.

  • Komisi IV mendorong agar KKP bersama pemerintah provinsi dan daerah serta institusi terkait seperti Badan Gizi Nasional memasukkan menu ikan dalam program nasional seperti “Makan Bergizi Gratis (MBG)”.

  • Komitmen dukungan dari sisi regulasi, anggaran, kelembagaan, dan kemitraan untuk memperkuat budidaya perikanan nasional.

  • Pemerintah daerah (Pemkab Sleman), melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Makwan, menyambut baik dan menegaskan bahwa Sleman sangat strategis untuk pengembangan ikan darat karena potensi konsumsi lokal besar (1,2 juta jiwa penduduk + 300.000 mahasiswa/anak kos) dan tumbuhnya UMKM perikanan.

  • Rombongan Komisi IV  juga mendiskusikan bentuk-bantuan fisik dan peningkatan SDM: seperti bantuan bioflok, mesin pencetak pakan, excavator, hingga pelatihan untuk petani ikan. 


Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Sleman menegaskan bahwa penguatan benih ikan unggul bukan hanya soal budidaya semata, namun juga soal bagaimana perikanan air tawar bisa menjadi bagian dari strategi swasembada pangan nasional. Dengan Sleman sebagai salah satu titik sentral, upaya ini membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi lokal, peningkatan gizi masyarakat, dan penguatan kedaulatan pangan.

Editor: YT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI TAKLIMAT DEWAN PEMBINA PARTAI GERINDRA

PERAN AKTIF IBU TITIEK SOEHARTO DALAM RAPAT PARIPURNA

LAYAK KAH BAPAK SOEHARTO MENDAPAT GELAR PAHLAWAN? BERIKUT PERJUANGANNYA