IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI AGENDA BAPAK PRESIDEN PRABOWO DI JAWA TIMUR, DARI KOPERASI DESA HINGGA PANEN JAGUNG
Rangkaian kegiatan dimulai dengan Sosialisasi Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (PTSL) yang digelar di Ros In Hotel, Kecamatan Sewon. Kegiatan ini dihadiri masyarakat, tokoh lingkungan, serta peserta bimbingan teknis sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam dan mencegah perdagangan ilegal tumbuhan maupun satwa liar yang dilindungi.
Dalam sambutannya, Ibu Titiek Soeharto menegaskan bahwa pengawasan terhadap peredaran tumbuhan dan satwa liar membutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait.
“Sinergi utama Komisi IV DPR RI sebagai fungsi pengawasan dan Kementerian Kehutanan sebagai eksekutif adalah kunci untuk memastikan bahwa kekayaan alam tidak dirampok oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kepada para peserta bimtek, saya berharap agar menjadi perpanjangan tangan negara dalam mencegah peredaran tumbuhan dan satwa liar,” ujar Ibu Titiek Soeharto.
Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan memperkuat literasi masyarakat terkait pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi undang-undang. Menurutnya, pelestarian lingkungan harus menjadi perhatian bersama agar generasi mendatang tetap dapat menikmati kekayaan alam Indonesia.
“Kami akan terus mengawal kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan, memastikan sinergi antara pembangunan daerah dan konservasi alam tetap berjalan beriringan demi masa depan Bantul yang asri,” tambahnya.
Setelah kegiatan sosialisasi, agenda reses dilanjutkan dengan kegiatan serap aspirasi masyarakat di Karangtengah, Kecamatan Imogiri. Dalam suasana dialog yang hangat, masyarakat menyampaikan berbagai kebutuhan dan harapan, khususnya di bidang pertanian, infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan warga desa.
Pada kesempatan tersebut, Ibu Titiek Soeharto menjelaskan berbagai bantuan yang telah berhasil disalurkan kepada masyarakat selama tahun 2025 sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
“Berbagai aspirasi yang kami salurkan mencakup bantuan alat dan mesin pertanian seperti traktor roda dua dan roda empat, transplanter, combine harvester, pompa air, dan handsprayer, serta bantuan benih unggul padi, jagung, dan komoditas pertanian seperti kelapa, kopi, dan kakao,” jelasnya.
Menurut beliau, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberhasilan program swasembada pangan sekaligus meningkatkan produktivitas petani di daerah.
“Dukungan ini penting agar swasembada yang telah tercapai dan keberhasilan program-program yang setiap tahun berjalan dapat terus dirasakan oleh masyarakat sampai ke tingkat desa,” lanjutnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan serap aspirasi bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kabupaten Bantul di Gedung Pertemuan Pemda Bantul. Kegiatan ini dihadiri para anggota KWT dari berbagai kapanewon yang selama ini aktif dalam mendukung ketahanan pangan keluarga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam dialog bersama peserta, Ibu Titiek Soeharto menyampaikan apresiasi terhadap peran aktif para ibu dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan kegiatan pertanian skala keluarga.
“Peran KWT ini sangat strategis. Ibu-ibu tidak hanya menanam di pekarangan, tetapi juga menjaga ketersediaan pangan keluarga, memperhatikan gizi anak-anak, serta ikut menggerakkan ekonomi rumah tangga. Artinya, KWT bukan sekadar kelompok, tetapi sudah menjadi bagian dari kekuatan ekonomi rakyat,” ungkapnya.
Beliau juga berharap agar keberadaan KWT terus mendapat dukungan sehingga mampu berkembang menjadi kelompok yang mandiri, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga di pedesaan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan reses, Ibu Titiek Soeharto menghadiri kegiatan penanaman bawang bombay bersama Kelompok Tani Pasir Makmur di Kecamatan Sanden. Kegiatan tersebut menjadi simbol dukungan terhadap pengembangan sektor hortikultura sekaligus upaya mendorong diversifikasi komoditas pertanian di wilayah Bantul.
Suasana kebersamaan tampak terjalin antara masyarakat dan para petani yang turut antusias mengikuti kegiatan penanaman. Melalui kegiatan tersebut diharapkan hasil pertanian masyarakat semakin meningkat serta mampu membuka peluang ekonomi baru bagi petani lokal.
Rangkaian kegiatan reses ini menjadi bentuk komitmen Ibu Titiek Soeharto dalam menyerap langsung aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, kelompok perempuan, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah, ketahanan pangan, serta pelestarian lingkungan di Kabupaten Bantul.
EDITOR: DD
Komentar
Posting Komentar