IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI AGENDA BAPAK PRESIDEN PRABOWO DI JAWA TIMUR, DARI KOPERASI DESA HINGGA PANEN JAGUNG
Menteng, 21 April 2026 – Semangat perjuangan R.A. Kartini kembali bergelora dalam peringatan Hari Kartini 2026 yang digelar oleh Himpunan Ratna Busana (HRB) dengan tema Pesona Nusantara. Di bawah kepemimpinan Ibu Titiek Soeharto, momentum tahun ini menjadi sangat istimewa karena tidak hanya merayakan emansipasi, tetapi juga mempertegas komitmen perempuan Indonesia dalam melestarikan warisan budaya bangsa.
Dalam sambutannya, Ibu Titiek Soeharto menegaskan bahwa
peringatan ini bukanlah sekadar seremoni tahunan. Baginya, sosok Kartini adalah
kompas bagi perempuan modern untuk terus meningkatkan kualitas diri.
“Ini merupakan momentum yang sangat istimewa bagi kaum
wanita Indonesia. Peringatan Hari Kartini adalah bentuk penghormatan kepada
R.A. Kartini, sosok pahlawan dan pejuang kesetaraan serta pendidikan perempuan
Indonesia,” ujar Ibu Titiek dengan penuh semangat.
Mengenang Gagasan Besar Kartini
Narasi perjuangan Kartini yang tertuang dalam buku legendaris Habis Gelap
Terbitlah Terang turut menjadi napas dalam acara ini. Ibu Titiek mengajak
para anggota HRB untuk memaknai kembali keberanian Kartini dalam mendirikan
sekolah dan memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan, sebuah api semangat
yang menurutnya harus tetap menyala di era modern.
Keanggunan Sanggul dan Pesona Busana Nusantara
Menariknya, peringatan kali ini diisi dengan kegiatan
yang sangat kental dengan identitas nasional. HRB menggelar sesi khusus yang
mengupas tuntas seni penggunaan sanggul tradisional dari berbagai penjuru
daerah di Indonesia. Para peserta tampak antusias mempelajari ragam jenis
sanggul hingga teknik modifikasinya agar tetap relevan dengan zaman.
“Hari Kartini mengingatkan
kita bahwa perempuan Indonesia harus terus bersinar, percaya diri, meningkatkan
kualitas diri, serta melakukan hal-hal positif dan bermanfaat bagi keluarga,
masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Tak hanya itu, kemeriahan semakin terasa saat digelar
penilaian busana daerah terbaik. Para anggota HRB dari berbagai wilayah berlomba
menampilkan kekayaan wastra Nusantara yang sarat akan makna dan filosofi daerah
masing-masing.
Mandiri Tanpa Meninggalkan Akar Budaya
Menutup rangkaian acara, Ibu Titiek Soeharto berpesan
agar perempuan Indonesia mampu mengambil peran strategis di berbagai bidang
kehidupan. Ia menekankan pentingnya kemandirian dan kepemimpinan perempuan,
namun dengan satu catatan penting: tetap menjunjung tinggi nilai moral dan
budaya bangsa.
Melalui gelaran ini, Himpunan Ratna Busana berhasil
membuktikan bahwa menjadi perempuan yang maju dan berdaya tidak berarti harus
melupakan jati diri sebagai penjaga budaya Indonesia.
Editor: SR
Komentar
Posting Komentar