IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI AGENDA BAPAK PRESIDEN PRABOWO DI JAWA TIMUR, DARI KOPERASI DESA HINGGA PANEN JAGUNG

Gambar
Jawa Timur, 16 Mei 2026 -  Bapak Presiden Prabowo Subianto kembali mencuri perhatian publik saat menghadiri peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur. Dalam pidatonya, Bapak Prabowo Subianto beberapa kali melontarkan candaan kepada para menteri hingga Ketua Komisi IV DPR RI Ibu Titiek Soeharto yang turut hadir dalam acara tersebut.  Momen itu bermula ketika Bapak Prabowo Subianto menyinggung soal melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Dengan gaya santainya, Bapak Prabowo Subianto meminta masyarakat tidak terlalu khawatir dan sempat menunjuk Menteri Keuangan Bapak Purbaya Yudhi Sadewa sambil bercanda. Source: Kemhan RI Tak berhenti di situ, Bapak Prabowo kemudian melempar candaan kepada Ibu Titiek Soeharto yang disebut sering bepergian ke luar negeri.  Candaan tersebut langsung disambut gelak tawa para tamu undangan, sementara Ibu Titiek Soeharto hanya tersenyum mendengar gurauan Bapak Presiden. Selain Ibu Titi...

PESAN IBU TITIEK SOEHARTO DI HARI KARTINI: PEREMPUAN INDONESIA HARUS TERUS BERSINAR DAN MENJAGA AKAR BUDAYA

Menteng, 21 April 2026 – Semangat perjuangan R.A. Kartini kembali bergelora dalam peringatan Hari Kartini 2026 yang digelar oleh Himpunan Ratna Busana (HRB) dengan tema Pesona Nusantara. Di bawah kepemimpinan Ibu Titiek Soeharto, momentum tahun ini menjadi sangat istimewa karena tidak hanya merayakan emansipasi, tetapi juga mempertegas komitmen perempuan Indonesia dalam melestarikan warisan budaya bangsa.

Dalam sambutannya, Ibu Titiek Soeharto menegaskan bahwa peringatan ini bukanlah sekadar seremoni tahunan. Baginya, sosok Kartini adalah kompas bagi perempuan modern untuk terus meningkatkan kualitas diri.

“Ini merupakan momentum yang sangat istimewa bagi kaum wanita Indonesia. Peringatan Hari Kartini adalah bentuk penghormatan kepada R.A. Kartini, sosok pahlawan dan pejuang kesetaraan serta pendidikan perempuan Indonesia,” ujar Ibu Titiek dengan penuh semangat.

Mengenang Gagasan Besar Kartini Narasi perjuangan Kartini yang tertuang dalam buku legendaris Habis Gelap Terbitlah Terang turut menjadi napas dalam acara ini. Ibu Titiek mengajak para anggota HRB untuk memaknai kembali keberanian Kartini dalam mendirikan sekolah dan memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan, sebuah api semangat yang menurutnya harus tetap menyala di era modern.

Keanggunan Sanggul dan Pesona Busana Nusantara

Menariknya, peringatan kali ini diisi dengan kegiatan yang sangat kental dengan identitas nasional. HRB menggelar sesi khusus yang mengupas tuntas seni penggunaan sanggul tradisional dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Para peserta tampak antusias mempelajari ragam jenis sanggul hingga teknik modifikasinya agar tetap relevan dengan zaman.

“Hari Kartini mengingatkan kita bahwa perempuan Indonesia harus terus bersinar, percaya diri, meningkatkan kualitas diri, serta melakukan hal-hal positif dan bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Tak hanya itu, kemeriahan semakin terasa saat digelar penilaian busana daerah terbaik. Para anggota HRB dari berbagai wilayah berlomba menampilkan kekayaan wastra Nusantara yang sarat akan makna dan filosofi daerah masing-masing.

Mandiri Tanpa Meninggalkan Akar Budaya

Menutup rangkaian acara, Ibu Titiek Soeharto berpesan agar perempuan Indonesia mampu mengambil peran strategis di berbagai bidang kehidupan. Ia menekankan pentingnya kemandirian dan kepemimpinan perempuan, namun dengan satu catatan penting: tetap menjunjung tinggi nilai moral dan budaya bangsa.

Melalui gelaran ini, Himpunan Ratna Busana berhasil membuktikan bahwa menjadi perempuan yang maju dan berdaya tidak berarti harus melupakan jati diri sebagai penjaga budaya Indonesia.

Editor: SR

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI TAKLIMAT DEWAN PEMBINA PARTAI GERINDRA

IBU TITIEK SOEHARTO TINJAU BALAI SAYURAN LEMBANG, TEKANKAN KUNCI KEMANDIRIAN BENIH UNTUK SWASEMBADA BAWANG PUTIH

PERAN AKTIF IBU TITIEK SOEHARTO DALAM RAPAT PARIPURNA