IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI AGENDA BAPAK PRESIDEN PRABOWO DI JAWA TIMUR, DARI KOPERASI DESA HINGGA PANEN JAGUNG

Gambar
Jawa Timur, 16 Mei 2026 -  Bapak Presiden Prabowo Subianto kembali mencuri perhatian publik saat menghadiri peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur. Dalam pidatonya, Bapak Prabowo Subianto beberapa kali melontarkan candaan kepada para menteri hingga Ketua Komisi IV DPR RI Ibu Titiek Soeharto yang turut hadir dalam acara tersebut.  Momen itu bermula ketika Bapak Prabowo Subianto menyinggung soal melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Dengan gaya santainya, Bapak Prabowo Subianto meminta masyarakat tidak terlalu khawatir dan sempat menunjuk Menteri Keuangan Bapak Purbaya Yudhi Sadewa sambil bercanda. Source: Kemhan RI Tak berhenti di situ, Bapak Prabowo kemudian melempar candaan kepada Ibu Titiek Soeharto yang disebut sering bepergian ke luar negeri.  Candaan tersebut langsung disambut gelak tawa para tamu undangan, sementara Ibu Titiek Soeharto hanya tersenyum mendengar gurauan Bapak Presiden. Selain Ibu Titi...

KOMISI IV DPR RI AKUMULASIKAN PANDANGAN AKADEMIK GUNA MENDORONG TRANSFORMASI SEKTOR PETERNAKAN NASIONAL

13 April 2026 - Komisi IV DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Gedung Parlemen, Senayan Jakarta Pusat, dalam agenda membahas revisi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. RDPU ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan strategis, di antaranya Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), PB ISPI, FPPTPI, ISMAPETI, serta BKT Peternakan PII, guna memperkaya substansi revisi regulasi melalui pendekatan akademik dan praktik lapangan. Pembahasan di RDPU kali ini dinilai sebagai langkah krusial untuk mengurasi ketergantungan Indonesia terhadap impor produk protein hewani.

“280 juta rakyat Indonesia, tapi kebutuhan daging dan susu masih bergantung impor. Ini tidak bisa terus terjadi,” Ujar Ibu Titiek Soeharto

Ketua komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto juga menegaskan bahwa persoalan peternakan bukan hanya terletak pada jumlah populasi ternak, tetapi aspek fundamental di sektor hulu juga belum optimal, seperti ketersediaan pakan dan lahan.

“Saya sepakat bahwa masalah peternakan ini bukan hanya mengenai binatangnya, tapi juga bagaimana makannya. Karena satu hektare tanah merumput hanya untuk berapa sapi? Itu kan kita harus dipikirkan juga," tegas Ibu Titiek Soeharto.

Pandangan Komisi IV DPR RI terhadap revisi undang-undang ini penting karena untuk mengubah arah kebijakan peternakan nasional kedepannya. Regulasi diperbarui, agar mampu mendorong transformasi industri peternakan lebih terintegrasi dan keberlanjutan.

“Revisi ini penting untuk mengubah arah industri peternakan kita ke depan. Ini yang sangat dibutuhkan,” pungkas Ketua Komisi IV DPR RI.

Komisi IV juga menyatakan komitmennya untuk mendorong percepatan proses revisi undang-undang tersebut, seiring dengan target pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi, termasuk swasembada daging sebagai bagian dari ketahanan nasional.

Para narasumber juga menyampaikan pandangan dan rekomendasinya yang bisa disimpulkan fokus pada penguatan sistem kesehatan hewan, peningkatan produktivitas peternakan nasional dan juga perlindungan terhadap peternak. Berbagai rekomendasi yang disampaikan oleh narasumber dinilai menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan yang responsif dan adaptif terhadap dinamika sektor peternakan nasional menurut Komisi IV DPR RI.

Editor : TM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI TAKLIMAT DEWAN PEMBINA PARTAI GERINDRA

IBU TITIEK SOEHARTO TINJAU BALAI SAYURAN LEMBANG, TEKANKAN KUNCI KEMANDIRIAN BENIH UNTUK SWASEMBADA BAWANG PUTIH

PERAN AKTIF IBU TITIEK SOEHARTO DALAM RAPAT PARIPURNA