IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI AGENDA BAPAK PRESIDEN PRABOWO DI JAWA TIMUR, DARI KOPERASI DESA HINGGA PANEN JAGUNG

Gambar
Jawa Timur, 16 Mei 2026 -  Bapak Presiden Prabowo Subianto kembali mencuri perhatian publik saat menghadiri peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur. Dalam pidatonya, Bapak Prabowo Subianto beberapa kali melontarkan candaan kepada para menteri hingga Ketua Komisi IV DPR RI Ibu Titiek Soeharto yang turut hadir dalam acara tersebut.  Momen itu bermula ketika Bapak Prabowo Subianto menyinggung soal melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Dengan gaya santainya, Bapak Prabowo Subianto meminta masyarakat tidak terlalu khawatir dan sempat menunjuk Menteri Keuangan Bapak Purbaya Yudhi Sadewa sambil bercanda. Source: Kemhan RI Tak berhenti di situ, Bapak Prabowo kemudian melempar candaan kepada Ibu Titiek Soeharto yang disebut sering bepergian ke luar negeri.  Candaan tersebut langsung disambut gelak tawa para tamu undangan, sementara Ibu Titiek Soeharto hanya tersenyum mendengar gurauan Bapak Presiden. Selain Ibu Titi...

IBU TITIEK SOEHARTO TINJAU INOVASI PERIKANAN DI BOGOR, SOROTI MINIMNYA TENAGA PENYULUH

Bogor, 31 Maret 2026 - Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Ibu Titiek Soeharto, melakukan kunjungan kerja spesifik ke Balai Riset Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan di Bogor, Jawa Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung berbagai inovasi di sektor perikanan budidaya sekaligus mengidentifikasi tantangan yang masih dihadapi di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, Ibu Titiek Soeharto mengapresiasi sejumlah inovasi yang dikembangkan oleh balai riset. Salah satu yang menjadi sorotan adalah teknologi alat pengasapan ikan yang dinilai sederhana, terjangkau, namun memiliki manfaat besar bagi para pembudidaya, khususnya yang belum memiliki fasilitas penyimpanan seperti freezer.

“Alat ini sangat membantu karena hasil ikan bisa langsung dipasarkan tanpa harus bergantung pada penyimpanan dingin,” ujar Ibu Titiek Soeharto saat meninjau lokasi.

Selain itu, inovasi di bidang pakan ikan serta penerapan teknologi bioflok juga mendapat perhatian. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi dengan menekan biaya operasional sekaligus mempercepat masa panen. Dengan demikian, inovasi tersebut berpotensi memperkuat daya saing sektor perikanan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya ikan air tawar.

Tak hanya meninjau aspek teknis, rombongan Komisi IV DPR RI juga melihat berbagai produk olahan hasil perikanan yang memiliki peluang pasar luas. Produk-produk tersebut dinilai strategis untuk mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus mendorong hilirisasi sektor perikanan agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi bagi masyarakat.

Namun demikian, kunjungan ini juga mengungkap persoalan mendasar yang masih menjadi tantangan, yakni keterbatasan jumlah tenaga penyuluh perikanan. Saat ini jumlah penyuluh yang tersedia kurang dari 4.000 orang, sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai sekitar 12.000 orang untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara optimal.

Menanggapi hal tersebut, Komisi IV DPR RI berkomitmen untuk mendorong pemerintah meningkatkan jumlah dan kapasitas tenaga penyuluh guna memperkuat pendampingan kepada para pembudidaya dan nelayan. Upaya ini dinilai penting agar berbagai inovasi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara maksimal di lapangan.

Kunjungan kerja ini menegaskan pentingnya sinergi antara riset, kebijakan, dan pendampingan lapangan dalam mendorong kemajuan sektor perikanan nasional. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat peran sektor perikanan sebagai salah satu pilar ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal di Indonesia.

Editor: AF

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI TAKLIMAT DEWAN PEMBINA PARTAI GERINDRA

IBU TITIEK SOEHARTO TINJAU BALAI SAYURAN LEMBANG, TEKANKAN KUNCI KEMANDIRIAN BENIH UNTUK SWASEMBADA BAWANG PUTIH

PERAN AKTIF IBU TITIEK SOEHARTO DALAM RAPAT PARIPURNA