IBU TITIEK SOEHARTO SERAP ASPIRASI MASYARAKAT DAN DORONG PENGUATAN SEKTOR PERTANIAN DALAM KUNJUNGAN KERJA DI DIY
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Yogyakarta - Ketua Komisi IV DPR RI Ibu Siti Hediati Soeharto melakukan rangkaian kunjungan kerja di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada awal Maret 2026. Kegiatan tersebut meliputi penyerapan aspirasi masyarakat di Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul, kunjungan ke Pasar Sore Ramadhan Kauman di Kota Yogyakarta, serta penanaman ribuan bibit kelapa genjah di Kabupaten Sleman.
Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan di wilayah DIY.
Serap Aspirasi dan Bagikan Sembako di Kulon Progo
Kunjungan diawali di Kelurahan Kedungsari, Kabupaten Kulon Progo, di mana Ibu Titiek Soeharto berdialog langsung dengan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari petani, peternak, nelayan, hingga kelompok wanita tani.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi ekonomi, kebutuhan sarana pertanian, hingga pembangunan daerah. Dialog ini bertujuan untuk menampung masukan langsung dari masyarakat sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan di tingkat nasional.
Pada kesempatan yang sama, Ibu Titiek Soeharto juga membagikan paket sembako kepada warga serta bantuan ikan segar sebagai bagian dari dukungan terhadap Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Program ini bertujuan untuk meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga, terutama dalam upaya pencegahan stunting.
Sapa Pedagang di Pasar Sore Ramadhan Kauman
Dalam rangka menyapa masyarakat dan pelaku usaha kecil, Ibu Titiek Soeharto turut mengunjungi Pasar Sore Ramadhan Kauman di Kota Yogyakarta.
Pasar Ramadhan tersebut dikenal sebagai salah satu pusat kuliner musiman yang ramai dikunjungi masyarakat untuk mencari hidangan berbuka puasa selama bulan suci Ramadhan.
Di lokasi tersebut, Ibu Titiek Soeharto berinteraksi langsung dengan para pedagang dan pengunjung pasar. Beliau menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terus menjaga tradisi kuliner sekaligus menggerakkan perekonomian lokal selama Ramadhan.
Pasar Ramadhan di kawasan Kauman sendiri setiap tahunnya menjadi salah satu pusat jajanan takjil yang selalu dipadati pengunjung pada sore hari dengan berbagai pilihan makanan dan minuman khas berbuka puasa.
Serap Aspirasi dan Bimtek Lingkungan di Gunungkidul
Selain di Kota Yogyakarta, kegiatan penyerapan aspirasi juga dilakukan di Kalurahan Mulo dan Kalurahan Kemiri, Kabupaten Gunungkidul.
Dalam pertemuan bersama warga, perangkat desa, serta kelompok masyarakat, Ibu Titiek Soeharto mendengarkan berbagai aspirasi terkait pembangunan desa, penguatan sektor pertanian, serta upaya pelestarian lingkungan.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konservasi lingkungan serta pengelolaan lahan secara berkelanjutan.
Beliau menekankan bahwa pelestarian lingkungan memerlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan kelompok tani agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Tanam 3.300 Bibit Kelapa Genjah di Sleman
Rangkaian kegiatan dilanjutkan di Dusun Klampengan, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, dengan kegiatan penanaman kelapa genjah bersama pemerintah daerah, Forkopimda, serta para petani setempat.
Dalam kegiatan tersebut ditanam sekitar 3.300 bibit kelapa genjah yang merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani.
“Hari ini kita menanam kelapa genjah yang bantuannya dari Kementerian Pertanian sebanyak kurang lebih 3.300 bibit pohon,” ujar Ibu Titiek Soeharto.
Beliau menjelaskan bahwa kelapa genjah dipilih karena memiliki masa produktivitas yang lebih cepat dibandingkan jenis kelapa pada umumnya.
“Kelapa genjah lebih cepat berbuah, sekitar tiga sampai empat tahun sudah mulai menghasilkan. Tingginya tidak terlalu tinggi sehingga lebih mudah dirawat dan dipanen. Artinya, manfaat ekonominya bisa lebih cepat dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, pengembangan kelapa genjah tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga membuka peluang pengolahan produk turunan seperti santan, minyak kelapa, hingga produk berbasis sabut yang memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa.
Editor: AF
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya




Komentar
Posting Komentar