KUNJUNGAN IBU TITIEK SOEHARTO KE TESSO NILO: DORONG PEMULIHAN HABITAT GAJAH DAN PENDEKATAN HUMANIS BAGI MASYARAKAT

Gambar
Riau, 17 Maret 2026 - Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto bersama Kapolri, Bapak Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Kehutanan, Bapak Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja ke Taman Nasional Tesso Nilo. Kunjungan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pemulihan kawasan konservasi sekaligus menyelamatkan populasi gajah Sumatera yang kian terancam. Rombongan meninjau langsung Camp Elephant Flying Squad serta Pusat Latihan Gajah di Kabupaten Pelalawan. Kehadiran lintas sektor legislatif, eksekutif, dan aparat penegak hukum menjadi simbol kuat sinergi nasional dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kapolri menegaskan bahwa Polri siap mendukung penuh kebijakan Presiden dalam merehabilitasi kawasan Tesso Nilo yang mengalami alih fungsi lahan cukup masif. Dari total sekitar 81 ribu hektare, kawasan tersebut ditargetkan dipulihkan agar kembali menjadi habitat alami gajah Sumatera. “Habitat gajah harus dikembalikan agar populasinya dapat berkembang dengan baik,...

HARI PEREMPUAN SEDUNIA 2026: DORONG AKSI NYATA UNTUK HAK DAN KEADILAN PEREMPUAN, IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI FORUM INSPIRATIF

Jakarta, 10 Maret 2026 – Peringatan Hari Perempuan Sedunia (International Women’s Day) 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat global untuk memperkuat komitmen dalam memperjuangkan kesetaraan gender serta perlindungan hak perempuan.

Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema “Rights, Justice, Action. For All Women and Girls”, yang menekankan pentingnya memastikan hak perempuan tidak hanya diakui, tetapi juga dilindungi, ditegakkan, dan diwujudkan melalui langkah nyata.

Hari Perempuan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 8 Maret menjadi kesempatan bagi dunia untuk menghargai kontribusi perempuan di berbagai bidang, mulai dari sosial, ekonomi, budaya hingga politik, sekaligus mengingatkan bahwa perjuangan menuju kesetaraan masih terus berlangsung di banyak negara.

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan bahwa hingga saat ini belum ada negara yang sepenuhnya menutup kesenjangan hukum antara laki-laki dan perempuan. Secara global, perempuan baru memiliki sekitar 64 persen hak hukum yang dimiliki laki-laki. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya hambatan struktural, regulasi yang diskriminatif, serta praktik sosial yang merugikan perempuan dan anak perempuan.

Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2026, sejumlah tokoh nasional, pemimpin perempuan, akademisi, sektor swasta, hingga organisasi internasional berkumpul dalam sebuah forum dialog strategis untuk membahas langkah konkret menuju kesetaraan gender dan perlindungan hak perempuan.

Diskusi tersebut menyoroti berbagai isu penting, di antaranya penguatan perlindungan perempuan, pemberdayaan perempuan di berbagai sektor, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan organisasi internasional.

Forum ini digagas oleh Farid Nila Moeloek Society bersama perusahaan kesehatan global Takeda, sebagai ruang dialog yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong aksi nyata dalam memperjuangkan hak perempuan dan anak perempuan di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Siti Hediati Hariyadi atau Ibu Titiek Soeharto, yang juga merupakan anggota DPR RI, turut hadir bersama sejumlah tokoh perempuan inspiratif lainnya. Kehadiran beliau menegaskan pentingnya kolaborasi dan komitmen bersama dalam memperkuat perlindungan perempuan serta mendorong peran perempuan dalam pembangunan nasional.

Ibu Titiek Soeharto mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan forum tersebut yang dinilai mampu membuka ruang dialog konstruktif sekaligus memperkuat sinergi berbagai pihak. Menurutnya, peringatan Hari Perempuan Sedunia tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga momentum untuk mendorong langkah konkret dalam menghadirkan keadilan dan kesempatan yang setara bagi seluruh perempuan di Indonesia.

Momentum Hari Perempuan Internasional 2026 yang bertepatan dengan bulan Ramadan juga menghadirkan nilai refleksi dan solidaritas sosial yang semakin kuat. Semangat kolaborasi dan kepedulian diharapkan dapat mempercepat terwujudnya kesetaraan gender serta perlindungan bagi perempuan dan anak perempuan di Indonesia.

Usai menghadiri forum tersebut, Ibu Titiek Soeharto melanjutkan agenda dengan menghadiri perayaan ulang tahun Ibu Eno Sigit yang berlangsung dalam suasana hangat bersama sahabat dan keluarga.

Ibu Eno Sigit merupakan putri dari Bapak Sigit Harjojudanto, putra sulung Presiden ke-2 Republik Indonesia, Bapak H.M. Soeharto, sehingga beliau merupakan bagian dari keluarga besar Cendana. Pada tahun 2026, Ibu Eno Sigit genap berusia 52 tahun.

Dalam berbagai kesempatan sosial, beliau dikenal aktif dalam kegiatan komunitas serta kerap terlibat dalam jaringan sosial yang mempertemukan berbagai kalangan profesional dan tokoh masyarakat.

Kehadiran para tamu undangan dalam perayaan tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan hari itu, setelah sebelumnya mengikuti forum strategis yang menekankan pentingnya aksi nyata dalam memperjuangkan hak, keadilan, dan pemberdayaan perempuan di Indonesia.

Editor: AF

Simak Video: Ibu Titiek Soeharto dalam Peringatan Hari Perempuan Internasional 2026!





Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI TAKLIMAT DEWAN PEMBINA PARTAI GERINDRA

PERAN AKTIF IBU TITIEK SOEHARTO DALAM RAPAT PARIPURNA

LAYAK KAH BAPAK SOEHARTO MENDAPAT GELAR PAHLAWAN? BERIKUT PERJUANGANNYA