IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI AGENDA BAPAK PRESIDEN PRABOWO DI JAWA TIMUR, DARI KOPERASI DESA HINGGA PANEN JAGUNG

Gambar
Jawa Timur, 16 Mei 2026 -  Bapak Presiden Prabowo Subianto kembali mencuri perhatian publik saat menghadiri peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur. Dalam pidatonya, Bapak Prabowo Subianto beberapa kali melontarkan candaan kepada para menteri hingga Ketua Komisi IV DPR RI Ibu Titiek Soeharto yang turut hadir dalam acara tersebut.  Momen itu bermula ketika Bapak Prabowo Subianto menyinggung soal melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Dengan gaya santainya, Bapak Prabowo Subianto meminta masyarakat tidak terlalu khawatir dan sempat menunjuk Menteri Keuangan Bapak Purbaya Yudhi Sadewa sambil bercanda. Source: Kemhan RI Tak berhenti di situ, Bapak Prabowo kemudian melempar candaan kepada Ibu Titiek Soeharto yang disebut sering bepergian ke luar negeri.  Candaan tersebut langsung disambut gelak tawa para tamu undangan, sementara Ibu Titiek Soeharto hanya tersenyum mendengar gurauan Bapak Presiden. Selain Ibu Titi...

TINJAU PASAR LEGI SOLO, KETUA KOMISI IV DPR RI PASTIKAN STABILITAS HARGA MENJELANG RAMADHAN


Surakarta, 12 Februari 2026 — Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto bersama anggota Komisi IV DPR RI, dan Perum Bulog turun langsung ke pasar Legi Solo untuk mengecek bahan pangan dan berdialog dengan pedagang saat kunjungan spesifik di Pasar Pegi Solo, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan langkah antisipatif pemerintah bersama DPR RI dalam rangka memastikan stabilitas pangan jelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Sebagai salah satu pusat distribusi dan perdagangan bahan pokok terbesar di wilayah Solo Raya, Pasar Legi menjadi lokasi strategis untuk melihat kondisi riil harga dan pasokan. Rombongan Komisi IV tiba sejak pagi hari dan langsung berinteraksi dengan pedagang, distributor, serta masyarakat untuk menggali informasi terkait dinamika kebutuhan pokok di pasar.

Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto menyampaikan kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian pengecekan langsung yang dilakukan Komisi IV di beberapa daerah di Indonesia.


“Pagi ini kami dari Komisi IV melakukan kunjungan kerja spesifik ke tiga daerah untuk memantau pasar-pasar dan mengecek harga kebutuhan pokok sebelum memasuki bulan Ramadan. Saya ditugaskan memimpin rombongan di Solo, khususnya di Pasar Legi yang merupakan pusat grosir dan pusat sembako di wilayah ini,” - Ibu Titiek Soeharto.

Dari hasil pantauan di lapangan, secara umum harga komoditas utama seperti beras, minyak goreng, dan sebagian besar bahan pangan lainnya masih berada pada kisaran harga stabil.


Komoditas daging sapi, daging ayam, bawang putih, dan bawang merah juga dipastikan masih berada pada harga normal dan pasokannya terjaga. Namun, terdapat peningkatan harga cukup signifikan pada komoditas cabai rawit merah, dari kisaran Rp45.000 menjadi Rp80.000/kg. Kenaikan ini dipicu oleh faktor cuaca, terutama curah hujan tinggi yang memengaruhi produksi dan kualitas hasil panen.


“Hanya cabai rawit merah yang naik signifikan. Kami menduga ini karena intensitas hujan yang tinggi, sehingga banyak petani mengalami kurang bagusnya hasil panen. Harapannya harga bisa segera normal kembali," ujar Ibu Titiek Soeharto.

Namun, Ibu Titiek Soeharto mewanti-wanti pemerintah daerah dan Bulog untuk tetap waspada dan meningkatkan pengawasan distribusi. "Terutama untuk beras dan minyak goreng, penyaluran SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) harus terus diturunkan ke pasar agar tetap terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah,"- Ibu Titiek Soeharto.

Kunjungan langsung Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto bersama Perum BULOG ke Pasar Legi menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan menjelang momentum hari besar keagamaan. Meski beberapa komoditas masih relatif stabil, pengawasan distribusi dan langkah antisipatif seperti operasi pasar menjadi penting untuk mencegah gejolak harga yang lebih luas.
 
Secara keseluruhan, peristiwa ini menegaskan perlunya penguatan sistem produksi, distribusi, serta mitigasi risiko pertanian agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika pasar.


Editor:YT


Komentar

Postingan populer dari blog ini