Komisi IV DPR RI Awasi Pengendalian Penyakit Hewan Strategis di BBV Wates untuk Dukung Swasembada Daging dan Susu
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Yogyakarta, 30 Januari 2026 – Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto, beserta anggota Komisi IV melaksanakan Kunjungan Kerja spesifik Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 dalam rangka pengawasan dan pendalaman kebijakan subsektor peternakan dan kesehatan hewan di Balai Besar Veteriner (BBV) Wates Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kunjungan kerja ini difokuskan pada pembahasan Strategi Pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) dalam mendukung peningkatan produktivitas ternak serta penguatan upaya swasembada daging dan susu nasional.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Agung Suganda, M.Si., menyampaikan bahwa BBVet Wates memiliki peran strategis tidak hanya bagi DIY, tetapi juga nasional dan regional Asia Tenggara. BBVet Wates menjadi laboratorium rujukan nasional untuk empat penyakit hewan penting, yakni Avian Influenza (Flu Burung), mPullorum, Salmonella Enteritidis, dan Lumpy Skin Disease (LSD), yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas ternak rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto, menegaskan komitmen Komisi IV DPR RI untuk terus mengawal kebijakan dan penganggaran di subsektor peternakan dan kesehatan hewan. Ibu Titiek menekankan pentingnya penguatan balai veteriner sebagai garda terdepan dalam pengendalian penyakit hewan menular strategis, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Komisi IV DPR RI memandang bahwa Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan memiliki peran strategis dalam mendukung program pengendalian penyakit hewan menular strategis. Oleh karena itu, kami mendorong penguatan sarana prasarana, sumber daya manusia, serta dukungan anggaran yang memadai agar mampu menjalankan fungsi pelayanan, pengujian, dan diagnostik secara optimal. Melalui kunjungan ini, Komisi IV DPR RI ingin memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi, tantangan, serta kebutuhan Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta yang terupdate, baik dari aspek sumber daya manusia, sarana dan prasarana, maupun dukungan anggaran.”, ujar Ibu Titiek Soeharto.
Komisi IV DPR RI juga menekankan siap mendukung perbaikan sarana prasarana karena peran penting dalam penangulangan penyakit hewan serta pemenuhan kebutuhan vaksinasi PMK, keberhasilan pengendalian penyakit hewan tidak hanya berdampak pada kesehatan ternak, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan peternak.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab antara Anggota Komisi IV DPR RI dengan jajaran Kementerian Pertanian, Kepala Badan Karantina Indonesia, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Direktur Utama PT. RNI/ID Food, Direktur Utama PT. berdikari, BBV Wates, serta dinas terkait. Diskusi membahas berbagai isu strategis, antara lain kesiapan fasilitas laboratorium, dukungan sumber daya manusia, efektivitas pengujian dan diagnostik penyakit hewan, serta tantangan pelaksanaan program pengendalian penyakit hewan di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV DPR RI juga meninjau secara langsung fasilitas laboratorium, sarana prasarana, serta mekanisme pelayanan pengujian dan diagnostik penyakit hewan di BBV Wates. Komisi IV DPR RI menyampaikan apresiasi atas peran dan kinerja jajaran dan seluruh staff Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan serta mendorong penguatan dukungan kebijakan dan anggaran semakin optimal dalam menjaga kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, dan keberlanjutan sektor peternakan nasional.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi antara DPR RI dan Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, dalam mewujudkan sistem peternakan nasional yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya


Komentar
Posting Komentar