KUNJUNGAN IBU TITIEK SOEHARTO KE TESSO NILO: DORONG PEMULIHAN HABITAT GAJAH DAN PENDEKATAN HUMANIS BAGI MASYARAKAT

Gambar
Riau, 17 Maret 2026 - Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto bersama Kapolri, Bapak Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Kehutanan, Bapak Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja ke Taman Nasional Tesso Nilo. Kunjungan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pemulihan kawasan konservasi sekaligus menyelamatkan populasi gajah Sumatera yang kian terancam. Rombongan meninjau langsung Camp Elephant Flying Squad serta Pusat Latihan Gajah di Kabupaten Pelalawan. Kehadiran lintas sektor legislatif, eksekutif, dan aparat penegak hukum menjadi simbol kuat sinergi nasional dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kapolri menegaskan bahwa Polri siap mendukung penuh kebijakan Presiden dalam merehabilitasi kawasan Tesso Nilo yang mengalami alih fungsi lahan cukup masif. Dari total sekitar 81 ribu hektare, kawasan tersebut ditargetkan dipulihkan agar kembali menjadi habitat alami gajah Sumatera. “Habitat gajah harus dikembalikan agar populasinya dapat berkembang dengan baik,...

Komisi IV DPR RI Awasi Pengendalian Penyakit Hewan Strategis di BBV Wates untuk Dukung Swasembada Daging dan Susu

Yogyakarta, 30 Januari 2026 – Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto, beserta anggota Komisi IV melaksanakan Kunjungan Kerja spesifik Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 dalam rangka pengawasan dan pendalaman kebijakan subsektor peternakan dan kesehatan hewan di Balai Besar Veteriner (BBV) Wates Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kunjungan kerja ini difokuskan pada pembahasan Strategi Pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) dalam mendukung peningkatan produktivitas ternak serta penguatan upaya swasembada daging dan susu nasional.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Agung Suganda, M.Si., menyampaikan bahwa BBVet Wates memiliki peran strategis tidak hanya bagi DIY, tetapi juga nasional dan regional Asia Tenggara. BBVet Wates menjadi laboratorium rujukan nasional untuk empat penyakit hewan penting, yakni Avian Influenza (Flu Burung), mPullorum, Salmonella Enteritidis, dan Lumpy Skin Disease (LSD), yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas ternak rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Titiek Soeharto, menegaskan komitmen Komisi IV DPR RI untuk terus mengawal kebijakan dan penganggaran di subsektor peternakan dan kesehatan hewan. Ibu Titiek menekankan pentingnya penguatan balai veteriner sebagai garda terdepan dalam pengendalian penyakit hewan menular strategis, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Komisi IV DPR RI memandang bahwa Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan memiliki peran strategis dalam mendukung program pengendalian penyakit hewan menular strategis. Oleh karena itu, kami mendorong penguatan sarana prasarana, sumber daya manusia, serta dukungan anggaran yang memadai agar mampu menjalankan fungsi pelayanan, pengujian, dan diagnostik secara optimal. Melalui kunjungan ini, Komisi IV DPR RI ingin memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi, tantangan, serta kebutuhan Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta yang terupdate, baik dari aspek sumber daya manusia, sarana dan prasarana, maupun dukungan anggaran.”, ujar Ibu Titiek Soeharto.


Komisi IV DPR RI juga menekankan  siap mendukung perbaikan sarana prasarana  karena peran penting dalam penangulangan penyakit hewan serta pemenuhan kebutuhan vaksinasi PMK, keberhasilan pengendalian penyakit hewan tidak hanya berdampak pada kesehatan ternak, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan peternak.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab antara Anggota Komisi IV DPR RI dengan jajaran Kementerian Pertanian, Kepala Badan Karantina Indonesia, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Direktur Utama PT. RNI/ID Food, Direktur Utama PT. berdikari, BBV Wates, serta dinas terkait. Diskusi membahas berbagai isu strategis, antara lain kesiapan fasilitas laboratorium, dukungan sumber daya manusia, efektivitas pengujian dan diagnostik penyakit hewan, serta tantangan pelaksanaan program pengendalian penyakit hewan di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV DPR RI juga meninjau secara langsung fasilitas laboratorium, sarana prasarana, serta mekanisme pelayanan pengujian dan diagnostik penyakit hewan di BBV Wates. Komisi IV DPR RI menyampaikan apresiasi atas peran dan kinerja jajaran dan seluruh staff Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan serta mendorong penguatan dukungan kebijakan dan anggaran semakin optimal dalam menjaga kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, dan keberlanjutan sektor peternakan nasional.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi antara DPR RI dan Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, dalam mewujudkan sistem peternakan nasional yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Editor: YT

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBU TITIEK SOEHARTO HADIRI TAKLIMAT DEWAN PEMBINA PARTAI GERINDRA

PERAN AKTIF IBU TITIEK SOEHARTO DALAM RAPAT PARIPURNA

LAYAK KAH BAPAK SOEHARTO MENDAPAT GELAR PAHLAWAN? BERIKUT PERJUANGANNYA