PAGELARAN WAYANG KULIT "PANDU SWARGO" MERIAHKAN HARI WAYANG SEDUNIA DI PANDANAN SEMIN, GUNUNG KIDUL
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pagelaran wayang kulit tersebut mengangkat lakon “Pandu Swargo”, sebuah kisah sarat nilai moral dan filosofi tentang keteladanan, pengorbanan, serta perjalanan hidup seorang pemimpin yang berpegang teguh pada kebenaran. Lakon ini dipilih sebagai refleksi nilai-nilai luhur yang relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini.
Acara semakin istimewa dengan kehadiran sinden Endah Laras dan Dhimas Tedjo, yang menghadirkan alunan tembang Jawa dengan penuh penghayatan. Pagelaran wayang ini dipentaskan oleh dua dalang, yaitu Ki Sri Kuncoro dan Ki Bayu Aji Pamungkas, yang berhasil membawakan cerita dengan apik dan memukau penonton.
Selain Ibu Titiek Soeharto, acara tersebut juga dihadiri oleh Bapak Listyo Sigit Prabowo, yang turut menyaksikan langsung jalannya pagelaran wayang kulit bersama masyarakat. Kehadiran para tokoh nasional ini menunjukkan dukungan nyata terhadap pelestarian seni budaya tradisional sebagai bagian dari identitas bangsa.
Pagelaran wayang kulit ini diselenggarakan di kediaman Prof. Dr. KPH. H. Yanto, S.K., S.H., M.H., yang menjadi tuan rumah sekaligus pendukung kegiatan budaya tersebut. Rumah Prof. Yanto malam itu dipenuhi oleh masyarakat, seniman, dan pecinta wayang yang datang untuk bersama-sama merayakan Hari Wayang Sedunia.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, kehadiran Ibu Titiek Soeharto menjadi simbol perhatian terhadap pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya bangsa. Wayang kulit tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan yang mengajarkan nilai kebijaksanaan, kepemimpinan, dan keadilan kepada generasi penerus.
Pagelaran “Pandu Swargo” di Pandanaan Semin menjadi bukti bahwa seni tradisional tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat. Melalui peringatan Hari Wayang Sedunia ini, diharapkan kecintaan terhadap budaya wayang terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari jati diri Indonesia.
Pagelaran wayang kulit dengan lakon “Pandu Swargo” dalam rangka Hari Wayang Sedunia di Pandanaan, Semin, tidak hanya menjadi hiburan budaya, tetapi juga wujud nyata upaya pelestarian warisan seni tradisional bangsa. Kehadiran Ibu Titiek Soeharto, bersama para seniman dan tokoh nasional, menegaskan bahwa wayang kulit tetap relevan sebagai media pembelajaran nilai moral, kepemimpinan, dan kebijaksanaan. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya leluhur serta memperkuat identitas budaya Indonesia di tengah arus modernisasi.
Editor: DD
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya


Komentar
Posting Komentar